Sabtu, 01 Oktober 2011

DiBalik PenaMpilan
Pada suatu hari ada seorang yang bernama Ahmad dia bekerja di suatu show room mobil yang terkemuka, disana dia menjadi sales yang menawarkan dan yang memberikan info tentang mobil yang ada di Show room tersebut, dia seorang yang ramah setiap pengunjung dia layani dengan sebaik-baiknya. Suatu ketika ada seorang Bapak-bapak yang berpakaian kaos oblong, celana pendek, dan sendal jepit yang dipakainya memasuki tempat dimana Ahmad bekerja tersebut. Adi (temannya Ahmad) yang melihat Bapak tersebut yang sedang melihat-lihat mobil yang ada di tempat tersebut langsung memanggil satpam dan menyuruh Bapak tersebut untuk pergi, namun Ahmad yang melihatnya langsung mencegah satpam tersebut dan bilang kepada satpam tersebut, bahwa Ahmad lah yang akan melayaninya.
Ahmad melayani Bapak tersebut(walau sebenarnya hati tidak percaya bahwa Bapak tersebut akan membeli mobil yang ada di show roomnya), Ahmad dengan sabarnya menanggapi berbagai pertanyaan dari Si Bapak tersebut dengan ramahnya. Setelah berbagai pertanyaan yang diberikan kepada Ahmad, lalu Bapak tersebut memanggil perempuan dan ternyata dia adalah assisten dari Bapak tersebut dan Bapak tersebut bilang kepada assistennya bahwa dia meminta untuk dilunasi pembayarannya terhadap mobil yang telah dia pilih.
  Dengan kagetnya, Ahmad sendiri tidak mempercainya bahwa Bapak tersebut adalah orang yang "berada" lalu Ahmad hanya bisa diam, seiring dengan transaksi yang dilakukan Ahmad dengan assistennya, Ahmad bertanya kepada assistennya, siapakah gerangan Bapak tersebut, dan ternyata Bapak tersebut adalah seorang seniman yang memang tidak ingin berpakaian rapih atau maunya yang simple saja. Setelah transaksi tersebut, Bapak itu memberikan cek kepada Ahmad sebesar 1 juta. Ahmad hanya bisa terdiam dan senang, dan Bapak tersebut menyatakan bahwa Ahmad lah orang yang pertama dari tiga show room yang baru melayaninya.
Akhirnya Bapak itupun pulang dengan membawa mobilnya yang baru dibeli.
Adi yang melihat dari jauh pun tidak menyangka bahwa Bapak tersebut bukanlah orang yang miskin tapi orang yang berada.

* mungkin inilah yang bisa kita petik bahwa dalam suatu aktivitas apapun dan dalam situasi apapun jangan melihat orang dari penampilan fisiknya tapi berendah hatilah sebab banyak yang tidak tertuga dari perbuatan tersebut. Wallahualam bishawab.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar